Apa parameter teknis perawatan laser kelas iv COZING-T05?
|
Model: |
MENENANGKAN-T05 |
|
Media laser: |
Semikonduktor GaAIA |
|
Panjang gelombang laser: |
650nm, 904nm |
|
Mode keluaran laser terminal: |
Kontinu dan pulsa |
|
Intensitas daya laser keluaran akhir: |
4 tingkat untuk penyesuaian |
|
Kapasitas baterai lithium: |
5200 mAh |
|
Rentang waktu tetap: |
10 menit sampai 60 menit, dan enam tingkat untuk pengaturan |
|
Output maks.: |
70030mW |

Perawatan laser kelas iv COZING-T05 Tampilan:


Bagaimana cara kerja perawatan laser kelas iv COZING-T05?
Perawatan laser Kelas IV adalah prosedur non-invasif untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang menyebabkan ketidaknyamanan pada kaki dan pergelangan kaki.
Mempercepat reproduksi dan pertumbuhan sel – yang merupakan kunci dalam perbaikan sel tulang rawan, tulang, tendon, ligamen, dan jaringan otot. Mengurangi jaringan parut yang biasanya terbentuk dari cedera tertentu. Ketika pasien memiliki lebih sedikit jaringan parut, kemungkinan nyeri kronis juga berkurang.
Mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah: Dengan 26 tulang di kaki saja, serta ligamen, tendon, sendi, dan saraf utama.
Terapi ini dapat membantu mengatasi nyeri kronis, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi peradangan dengan menargetkan lapisan dalam jaringan tubuh. Saat sumber cahaya diletakkan di kulit, foton menembus beberapa sentimeter ke bawah dan diserap oleh mitokondria (bagian sel yang menghasilkan energi). Energi ini menghasilkan pemulihan fungsi sel normal.

Perawatan laser kelas iv COZING-T05 Studi klinis:
Latar belakang
Dalam sepuluh tahun terakhir, minat untuk menggunakan Terapi Laser Tingkat Rendah (LLLT) untuk mengobati penyakit yang terkait dengan peningkatan stres oksidatif semakin meningkat. Hiperglikemia pada diabetes diketahui dapat meningkatkan produksi spesies oksigen reaktif (ROS), tetapi dampak LLLT masih belum pasti. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah LLLT dapat meningkatkan parameter stres oksidatif/nitrosatif selama proses penyembuhan luka pada tikus diabetes.
Desain dan Metode Penelitian
Dua puluh tikus jantan dikategorikan ke dalam empat kelompok: kontrol non-radiasi (NIC), kontrol radiasi (IC), diabetes non-radiasi (NID), dan diabetes radiasi (ID). Diabetes diinduksi dengan pemberian streptozotocin. Luka dibuat 120 hari pascainduksi diabetes pada kelompok IC dan ID, yang kemudian dikenai radiasi harian selama 5 hari menggunakan laser superpulsed 904 nm (daya rata-rata 40 mW, 60 detik). Semua tikus dieutanasia satu hari setelah radiasi terakhir, dan analisis dilakukan terhadap histologi, kandungan kolagen, aktivitas katalase, kadar nitrit, dan zat reaktif asam tiobarbiturat (TBARS).
Hasil
Pemeriksaan histologis menunjukkan serat kolagen yang lebih terorganisir pada kelompok IC dan ID dibandingkan dengan kelompok NID, dengan perbedaan signifikan dalam kandungan kolagen yang diamati antara kelompok ID dan NID. Aktivitas katalase tertinggi pada kelompok IC dibandingkan dengan semua kelompok lainnya (p < {{0}}.001). Kadar TBARS meningkat pada kelompok IC dibandingkan dengan NIC, tetapi berkurang pada ID dibandingkan dengan NID (p < 0,001). Kadar nitrit lebih rendah pada kedua kelompok yang diradiasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak diradiasi (p < 0,001).
Kesimpulan
Penyembuhan luka yang tertunda pada pasien diabetes tetap menjadi tantangan klinis yang signifikan dengan biaya sosial yang besar. Temuan peningkatan produksi kolagen dan berkurangnya stres oksidatif dan nitrosatif menunjukkan bahwa LLLT mungkin merupakan pendekatan terapi yang menjanjikan untuk meningkatkan penyembuhan luka pada kondisi diabetes. Terapi Laser Tingkat Rendah (904nm) tampaknya meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi stres oksidatif dan nitrosatif dalam penyembuhan luka diabetes.
Tanya Jawab Umum
Tag populer: perawatan laser kelas iv, produsen, pemasok, pabrik perawatan laser kelas iv di Cina











